Langsung ke konten utama

Curhat


Kali ini gue cuma pengen mengeluarkan uneg uneg yang sebenernya udah lama banget ada di kepala gue yang masalahnya sih udah mainstream banget.
Gue cuma mau bilang kalo setiap orang ngga sama, ada yang lebih suka show off dan sangat percaya diri akan kemampuan mereka, tapi ngga sedikit juga orang orang yang “gerak di bawah tanah”. They do something dengan gayanya mereka tanpa banyak orang yang tau, bahkan ngga ada yang tau samasekali. banyak penulis penulis yang karyanya bagus tapi lebih memilih menyembunyikan identitas mereka. Dan kita ngga bisa memaksakan kehendak masing-masing orang sesuai dengan apa yang kita mau.
Seberapa sering sih kita denger don’t judge a book by it’s cover? Sering. Baget. tapi tetep aja it’s just a damn quote. Seberapa sering juga kita denger yang pintar itu bukan yang bisa matematika tapi lagi-lagi masih baanyak sekali orang orang yang menganut paham bahwa yang pinter adalah yang hisa matematika.
Masih banyak juga yang sering membanding-bandingkan si kupu-kupu dan si anak organisasi. Well disini gue ngga ngomong kalo berorganisasi itu salah, not at all. Justru itu sangat bagus bagi orang-orang yang emang mau dan punya niat. Kita juga ngga bisa langsung pandang negatif si anak kupu-kupu yang siapa tau meskipun keliatannya mereka biasa-biasa aja dan cuek akan sekitar tapi they have a lota pikiran in their brain. setiap orang punya pilihan, sekali lagi kita ngga bisa maksain agar sesuatu itu jadi sama semuanya. ngga seru!
Dah ah segitu aja kali ini
See youu

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#LifeAroundMeccaMedina Gallery Potrait Edition

See you next post 🤍🤍

Perjalanan

Perjalanan kali ini mungkin sama seperti perjalanan gue sebelum-sebelumnya, liburan semesteran udah selesai, itu artinya waktunya gue buat balik lagi ke kota tempat dimana gue kuliah, Bandung. perjalanan dari rumah ke bandung memakan waktu kurang lebih 3 jam,  bukan waktu yang cukup singkat untuk ketemu banyak orang yang belum pernah gue kenal sebelumnya terlebih gue naik angkutan umum, udah pasti gue harus berdempetan dengan penumpang lainnya, selama perjalanan, kalo ngga tidur, gue suka memperhatikan penumpang-penumpang lain, entah itu dari cara mereka berinteraksi dengan penumpang lain, gimana sikap mereka selama perjalanan dan lain lainnya. hari itu gue berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi agar sampe Bandungnya nggak terlalu siang. di salahsatu tempat "ngetem" atau tempat pemberhentian yang biasa digunakan untuk mencari penumpang sama si pak supir dan kernetnya, tiba-tiba ada bapak-bapak bertubuh cukup gempal, dengan usia sekitar empat puluh tahunan ke atas, deng...