Jadi ceritanya tadi gue iseng iseng scrolldown message yang masuk di facebook gue, ngga ada faedahnya juga sih sebetulnya, cuma gue pengen aja 😂, dan setelah gue scrolldown ke bawah bawah banget ternyata it was remainds me dengan masa lalu *duile yang emang dulu gue alami, banyak banget chat gue sama orang-orang yang kebanyakan isinya ngga jelas si, alay bangetlah pokoknya wkwk, rasanya gue seperti lagi duduk di depan jendela, dan dari jendela itu, gue busa melihat diri gue yang ada di masa itu, dari situ gue semakin meyakini bahwa yang namanya setiap orang pasti berproses, entah itu secara sadar atau nggak, setiap orang pasti mengalami fase-fase untuk mencapai tingkatan yang disebut "dewasa". Gue pun pas ngeliat chat chat an lama itu kaya yang "gila ya, gue pernah kaya gini dulunya"
Kali ini gue cuma pengen mengeluarkan uneg uneg yang sebenernya udah lama banget ada di kepala gue yang masalahnya sih udah mainstream banget. Gue cuma mau bilang kalo setiap orang ngga sama, ada yang lebih suka show off dan sangat percaya diri akan kemampuan mereka, tapi ngga sedikit juga orang orang yang “gerak di bawah tanah”. They do something dengan gayanya mereka tanpa banyak orang yang tau, bahkan ngga ada yang tau samasekali. banyak penulis penulis yang karyanya bagus tapi lebih memilih menyembunyikan identitas mereka. Dan kita ngga bisa memaksakan kehendak masing-masing orang sesuai dengan apa yang kita mau. Seberapa sering sih kita denger don’t judge a book by it’s cover? Sering. Baget. tapi tetep aja it’s just a damn quote. Seberapa sering juga kita denger yang pintar itu bukan yang bisa matematika tapi lagi-lagi masih baanyak sekali orang orang yang menganut paham bahwa yang pinter adalah yang hisa matematika. Masih banyak juga yang sering membanding-bandingkan si kupu-...
Komentar
Posting Komentar